← Kembali ke Blog

Sering Telat? Jangan Sewot Dulu, Ini 5 Fakta Psikologis Uniknya!

Admin Skorku
• 📅 21 Oct 2026
Sering Telat? Jangan Sewot Dulu, Ini 5 Fakta Psikologis Uniknya!

Kita semua pasti punya minimal satu teman yang kalau janjian jam 7 malam, baru jalan dari rumah jam 7.15. Atau jangan-jangan, orang itu adalah kamu sendiri? Di Indonesia, budaya "jam karet" memang sudah jadi rahasia umum. Tapi tahu nggak sih, ternyata kebiasaan sering datang terlambat itu bukan cuma soal malas atau nggak menghargai waktu, lho.

Para psikolog dunia telah melakukan berbagai penelitian mendalam tentang fenomena ini. Hasilnya mengejutkan! Orang-orang yang hobi telat ternyata memiliki struktur kognitif dan kepribadian yang sangat unik dibandingkan mereka yang selalu on-time. Penasaran kan? Yuk, kita bedah fakta psikologis di balik si hobi ngaret ini!

1. Si Optimis yang Mengalami Planning Fallacy

Pernah nggak kamu berpikir, "Ah, mandi cuma 5 menit, dandan 5 menit, perjalanan ke kafe 10 menit. Berarti berangkat jam 6.40 pasti sampai jam 7!"? Nyatanya, kamu lupa menghitung waktu buat nyari kunci motor, nunggu lift, atau macet di jalan.

Secara psikologis, ini disebut Planning Fallacy. Orang yang sering telat cenderung sangat optimis. Mereka selalu membayangkan skenario terbaik di mana semua proses berjalan tanpa hambatan. Mereka bukannya sengaja ingin membuat orang lain menunggu, mereka hanya terlalu percaya diri dengan estimasi waktu mereka sendiri.

2. Didominasi oleh Kepribadian Tipe B

Dalam dunia psikologi, kepribadian manusia sering dibagi menjadi Tipe A dan Tipe B. Orang dengan Tipe A biasanya sangat kompetitif, terorganisir, dan sensitif terhadap waktu. Sebaliknya, orang dengan Kepribadian Tipe B jauh lebih santai, tenang, dan reflektif.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang Tipe A dan Tipe B mempersepsikan waktu secara berbeda. Ketika diminta menebak kapan satu menit berlalu tanpa melihat jam, orang Tipe A menebak di detik ke-58, sedangkan orang Tipe B baru menebak di detik ke-77. Jadi, bagi si Tipe B, waktu memang terasa berjalan lebih lambat!

3. Terjebak dalam Ilusi Multitasking

Fakta menarik lainnya adalah orang yang sering terlambat biasanya adalah seorang multitasker yang aktif. Sebelum melangkah keluar pintu rumah, mereka cenderung berpikir bisa menyelesaikan satu pekerjaan kecil lagi—seperti membalas email, menyiram tanaman, atau merapikan tempat tidur.

Sayangnya, otak manusia sebenarnya tidak dirancang untuk benar-benar melakukan multitasking dengan efisien. Akibatnya, fokus mereka terpecah, dan tanpa disadari, jarum jam sudah berputar jauh melewati waktu janjian.

4. Pecinta Adrenalin yang Butuh Tekanan

Apakah kamu tipe orang yang baru bisa belajar atau bekerja maksimal saat mendekati deadline? Jika iya, bisa jadi kamu adalah seorang pencari sensasi adrenalin (thrill-seeker). Beberapa orang secara tidak sadar menikmati sensasi kepanikan saat mereka terburu-buru.

Detak jantung yang cepat dan dorongan adrenalin saat berlari mengejar kereta atau mengebut di jalanan memberikan "suntikan energi" tersendiri bagi mereka. Tanpa tekanan waktu ini, mereka merasa kurang termotivasi untuk bergerak cepat.

5. Lebih Kreatif dan Berumur Panjang?

Ini kabar baik buat kamu yang sering telat! Karena orang yang terlambat cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah (berkat kepribadian Tipe B mereka), mereka terbukti memiliki kesehatan jantung yang lebih baik dan tingkat kecemasan yang rendah. Kurangnya stres ini secara tidak langsung berkorelasi dengan harapan hidup yang lebih panjang.

Selain itu, karena cara berpikir mereka yang tidak kaku terhadap aturan waktu, mereka seringkali memiliki pemikiran yang lebih kreatif, out-of-the-box, dan mampu melihat gambaran besar (big picture) dalam memecahkan masalah.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Meskipun memiliki sisi psikologis yang menarik, sering terlambat tetap bisa merugikan reputasi profesional dan hubungan sosialmu. Berikut beberapa tips simpel yang bisa kamu coba:

  • Gunakan Aturan 1.5x: Jika kamu pikir suatu perjalanan butuh waktu 20 menit, kalikan dengan 1.5, sehingga kamu mengalokasikan waktu 30 menit.
  • Stop Multitasking Sebelum Pergi: Fokuslah hanya pada satu aktivitas utama, yaitu bersiap-siap dan berangkat.
  • Pasang Alarm Keberangkatan: Jangan cuma pasang alarm untuk bangun, tapi pasang juga alarm kapan kamu harus melangkah keluar pintu.

Berbicara soal karakter dan kepribadian, cara kamu mengelola waktu juga mencerminkan gaya kepemimpinanmu, lho! Apakah kamu tipe yang santai tapi visioner, atau tegas dan disiplin? Yuk, cari tahu jawabannya lewat kuis seru ini: Tes Tipe Pemimpin: Kamu Otoriter atau Demokratis?

Bagikan Artikel Ini: 𝕏 💬 f

Penasaran? Yuk Coba Kuisnya!

Uji kemampuanmu di kuis "Tes Tipe Pemimpin: Kamu Otoriter atau Demokratis?" sekarang juga.

Mulai Kuis Sekarang 🚀